Jumat, 17 Desember 2010

MULUT DAN TENGGOROKAN

Posted by: Asiatronik Health

OBAT MULUT DAN TENGGOROKAN

Berikut beberapa obat mulut dan tenggorokan yang beredar di Indonesia :

  1. Povidon Iodida

    Kegunaan:

    • Untuk kesehatan mulut terutama selama dan sesudah pencabutan gigi atau operasi pada mulut.
    • Untuk pengobatan infeksi ringan pada mukosa mulut dan faring.

    Tidak boleh digunakan pada:

    • Anak dibawah 6 tahun
    • Penderita yang alergi terhadap Iodida
    • Penggunaan secara rutin pada penderita gangguan tiroid, wanita hamil dan menyusui

    Hal yang perlu diperhatikan:
    Tidak boleh digunakan jangka panjang lebih dari 2 minggu, karena dapat diabsorpsi dan menimbulkan efek serius yang tidak diinginkan.

    Efek yang tidak diinginkan:
    Iritasi mukosa, reaksi alergi, pemakaian jangka lama menimbulkan efek sistemik seperti: asidosis metabolik, gangguan ginjal.

    Aturan pemakaian:
    Dewasa dan anak-anak diatas 6 tahun:

    • Tanpa diencerkan
      Gunakan povidon iodida 10 ml.
    • Diencerkan dengan air hangat dengan volume yang sama misalnya povidon iodida 10 ml diencerkan dengan air 10 ml. Kemudian dikumur selama 10 - 30 detik, dapat diulang sampal 4 kali sehari.
  2. Heksetidin

    Kegunaan:

    • Untuk infeksi ringan pada mulut dan tenggorokan, misalnya radang gusi, radang sekitar gigi, sariawan, radang selaput lendir mulut, radang tenggorokan dan radang amandel.
    • Sebagai pembilas sebelum dan sesudah pencabutan gigi
    • Menjaga kebersihan mulut sesudah menjalani operasi amandel dan operasi tenggorokan.

    Tidak boleh digunakan pada:
    Penderita yang alergi terhadap komponen obat ini
    Efek yang tidak diinginkan:
    Walaupun jarang, tetapi dapat terjadi reaksi alergi.

    Aturan pemakaian:
    Kumur sebanyak 15 ml tanpa diencerkan selama 30 detik, pada pagi dan malam hari. Lebih baik jangan bilas dengan air setelah kumur.

  3. Mikonazol

    Kegunaan:
    Untuk pengobatan kandidiasis pada rongga mulut.

    Efek yang tidak diinginkan:
    Iritasi lokal dan reaksi alergi.

    Aturan pemakaian:
    Dioleskan pada daerah mulut yang sakit 2 - 4 kali sehari

  4. Dekualinum

    Kegunaan:
    Keradangan ringan pada rongga mulut dan tenggorokan, seperti ginggivitis, periodontitis, faringitis, laringitis dan stomatitis, walaupun bukti klinis belum pasti.

    Tidak boleh digunakan pada:
    Penderita yang alergi terhadap komponen obat ini.

    Efek yang tidak diinginkan:
    Ulserasi dan nekrosis

    Aturan pemakaian:
    Satu tablet dibiarkan melarut perlahan-lahan di dalam mulut. Ulangi setiap 3 - 4 jam, atau sesuai dengan petunjuk dokter. Jangan melebihi 8 tablet sehari.

  5. Benzidamina-HCI

    Kegunaan:
    Keradangan ringan pada rongga mulut dan tenggorokan, seperti ginggivitis, periodontitis, faringitis, laringitis dan stomatitis.

    Hal yang perlu diperhatikan:
    Tidak dianjurkan untuk anak dibawah 5 tahun.

    Efek yang tidak diinginkan:
    Iritasi pada lidah.

    Aturan pemakaian:
    Tanpa diencerkan, kira-kira 1 sendok makan (15 ml) dikumur selama 1 menit, lalu dibuang. Sehari 2 -3 kali.

  6. Gentian Violet

    Kegunaan:
    Antiinfeksi topikal.

    Hal yang Perlu diperhatikan
    Tertelannya gentian violet dapat menyebabkan esofagitas, laringitas, dan trakheitas, bisa juga menyebabkan mual, muntah, diare dan nyeri perut.

    Efek yang tidak diinginkan:
    Tertelannya gentian violet dapat menyebabkan esofagitis, laringitis dan trakheitis, bisa juga menyebabkan mual, muntah, diare dan nyeri perut.

Untuk pemilihan obat mulut dan tenggorokan yang tepat sesuai kebutuhan dan keluhan anda ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Demikian sekilas info kesehatan ,tentang obat mulut dan tenggorokan semoga dapat bermanfaat Asiatronik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar