Sabtu, 17 April 2010

Cara Menangani dan Mengatasi Narsis


Cara Menangani dan Mengatasi Narsis
Posted by Asiatronik in Perilaku,|

Mengobati Dan Menghilangkan NarsismeTerkadang kita memandang narsisme merupakan hal yang biasa dan tak perlu mendapatkan penanganan. Hal ini mungkin ada benarnya bila penderita narsis tersebut belum tergolong ke dalam tingkat yang parah atau belum mengganggu kenyamanan orang lain.

Namun, ada kalanya tanpa disadari penyimpangan seperti narsis tersebut mengalami perkembangan ke arah yang lebih buruk, dan dianggap sudah mengganggu baik bagi orang lain maupun bagi si penderita itu sendiri. Pada saat seperti itulah penderita narsis perlu segera ditangani dan diatasi.


Kapankah harus ke dokter untuk ditangani dan diobati?
Ketika seorang penderita narsis sudah terjebak dalam pemikiran bahwa segalanya harus sempurna (perfect) dan semuanya tidak boleh ada yang salah, maka hal tersebut bisa menimbulkan masalah bagi kehidupan dan lingkungan sekitarnya. Dampaknya hubungan di sekolah, tempat kerja, atau hubungan-hubungan interaksi yang lain menjadi sangat terganggu.

Jika dibiarkan berlarut-larut, hal ini tentu akan membuat si penderita menjadi tidak bahagia dan semakin bingung dengan segala bentuk emosi yang berkecamuk dalam dirinya. Orang-orang di sekitar nya pun pastinya tidak akan merasa bahagia dan nyaman.

Akibat terburuknya bila si penderita dijauhi, maka si penderita akan merasa kebutuhan interaksinya dengan manusia lain tidak terpenuhi. Pada saat seperti inilah si penderita narsis perlu mendapatkan pengobatan melalui penanganan secara psikologis.

Remaja yang masih mencari jati diri biasanya memang mengalami gejal-gejala seperti narsisme. Yang menjadi tidak wajar adalah apabila gejala-gejala narsisme tersebut terus melekat dalam diri sampai dewasa. Hal ini lah yang nantinya akan berkembang menjadi suatu kelainan kepribadian.

Komplikasi yang mungkin terjadi

Pada tingkatan yang cukup parah, bisa terjadi berbagai komplikasi yang menyertai kehidupan si penderita narsis, antara lain :

* Penyalahgunaan zat-zat kimia
* Konsumsi alcohol yang berlebihan
* Depresi
* Berpikir dan Mencoba untuk bunuh diri
* Terkadang bisa mengalami anorexia
* Kesulitan dalam membangun suatu relasi
* Menjadi sangat sensitive terhadap kritikan, bisa merasa sangat terhina, rendah.

Tes dan diagnosis yang dilakukan
Tes dilakukan berdasarkan tanda-tanda dan gejala yang timbul, melalui evaluasi psikologis, seperti kuisioner, pemeriksaan fisik yang dilakukan oleh tenaga ahli. Beberapa gejala-gejala hampir sama dengan gejala-gejala penyimpangan kepriadian lainnya. Oleh karena itu, diagnosis harus dilakukan dengan hati-hati agar tidak terjadi salah diagnosa.

Ada bebeapa kriteria seseorang bisa didiagnosa sebagai penderita narsis :

* Memiliki perasaan yang berlebihan bahwa diri sendiri sangatlah penting
* Terlalu asyik dengan angan-angan dirnya sendiri tentang kesuksesan, kekuatan, kecantikan, dan sebagainya
* Meyakini bahwa dirinya sangat istimewa, sehingga hanya pantas didampingi oleh seseorang yang memiliki keistimewaan yang sama dengan dirinya
* Selalu membutuhkan pujian dan rasa kagum dari orang lain
* Mengambil keuntungan dari orang lain
* Tidak mampu mengenali apa yang dibutuhkan dan dirasakan orang lain
* Merasa selalu iri hati dengan orang lain
* Berlaku sombong dan angkuh

Menenangkan Diri Dengan Meditasi Atau YogaPenanganan dan obat bagi penderita narsis :
Penanganannya dilakukan dengan cara terapi secara psikologis (psikoterapi). Sementara untuk obatnya, sebenarnya tidak ada obat yang khusus digunakan untuk mengobati narsisme. Namun, jika penderita sudah mengalami gejala depresi, gelisah atau kondisi lain, obat seperti antidepresan atau obat anti-kecemasan dapat membantu.

Jenis-jenis terapi yang bisa dilakukan untuk menangani penderita narsis :

* Terapi kognitif
Membantu penderita mengidentifikasi keyakinan dan perilaku yang negative dan tidak sehat, dan menghilangkannya dengan hal lain yang lebih positif dan sehat.
* Terapi keluarga
Di setiap sesi terapi, harus selalu mengikutsertakan keluarga, sehingga dapat benar-benar tereksplorasi berbagai konflik yang ada. Komunikasi dan penyelesaian masalah dilakukan dengan tetap melibatkan keluarga.
* Terapi kelompok
Penderita bergabung dengan penderita lain dalam suatu kelompok. Ini akan membantu penderita dalam memahami bagaimana agar bisa berhubungan dengan orang lain lebih baik lagi. Misalnya dengan mendengarkan orang lain, memahami perasaan orang lain, dan juga memberikan dukungan kepada orang lain.

Karena penyimpangan kepribadian sulit diubah, maka terapi ini membutuhkan waktu yang agak lama, bisa sampai bertahun-tahun. Di sinilah dibutuhkan kesabaran dan tekat yang kuat dari penderita, serta dukungan yang penuh dari orang-orang terdekat.

Tujuan jangka pendek dari psikoterapi ini adalah untuk menangani masalah-masalah seperti penyalahgunaan narkotika, depresi, rendah diri atau malu, sebagai komplikasi dari narsisme. Tujuan jangka panjangnya adalah untuk membentuk kepribadian penderita, setidaknya sampai pada tingkatan tertentu, dimana penderita akhirnya bisa mengubah pola berpikir yang menyimpang tersebut. Dengan demikian, si penderita nantinya mampu membina suatu hubungan relasi yang lebih baik dengan orang lain.

Tidak ada yang tahu dengan pasti bagaimana cara mencegah narsisme. Namun, penanganan psikoterapi yang dilakukan sesegera mungkin dan dari usia yang sedini mungkin, mampu mencegah hal ini.

Kunjungi dokter atau seseorang yang memang ahli dalam menangani dan mengatasi masalah penyimpangan kepribadian, mental maupun kejiwaan.
Selain itu, kesadaran dan tekat yang kuat untuk sembuh dan memperbaiki diri tentunya memegang peranan yang amat penting.

Cobalah untuk lebih ikhlas, belajar menenangkan diri dan mengendalikan stress, seperti meditasi dan yoga. Selalu berpikir positif dan menghargai serta mensyukuri kehidupan yang diberikan Tuhan adalah sangat penting agar kebahagiaan sejati bisa diperoleh.
Posted by Asiatronik in Perilaku,|

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar