Senin, 27 Desember 2010

Obat Untuk Mata

OBAT MATA LAIN

Obat mata lainnya dapat dikelompokkan berdasarkan fungsinya walaupun tidak sama persis karena keberagaman obatnya atau macam penyakitnya sebagai berikut:

  1. Obat mata Katarak dan paska operasi katarak

    Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan gangguan penglihatan.

    Na Pirenoksin dindikasikan untuk dengan bentuk sediaan tetes mata dengan kadar 750 µg/tablet dalam 15 ml cairan atau 0,05 mg/ml.

    Na Diklofenak dindikasikan untuk inflamasi /pemebengkakan sehabis operasi katarak dengan bentuk sediaan tetes mata dengan kadar 1mg/ml.

  2. Obat mata konjungtivitis

    Konjungtiva merupakan selaput mukosa tipis dan transparan yang melapisi permukaan belakang kelopak mata dan permukaan depan sklera. Konjungtiva mudah terpapar terhadap berbagai mikroorganisme dan substansi lain yang merusak. Meskipun demikian, konjungtiva mempunyai sistem pertahanan sendiri berupa mekanisme pembersihan oleh air mata yang mengandung lisozim, betasin, Imunoglobulin A, dan Imunoglobulin G yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri1,2,3,4. Konjungtivitis adalah peradangan konjungtiva yang ditandai dengan dilatasi vaskular, infiltrasi selular, dan eksudasi. Penyebabnya adalah bakteri, virus, jamur, parasit, zat toksik, alergi, dan trauma.

    Konjungtiva yang mengalami iritasi akan tampak merah dan mengeluarkan kotoran.

    Konjungtivitis karena bakteri mengeluarkan kotoran yang kental dan berwarna putih. Konjungtivitis karena virus atau alergi mengeluarkan kotoran yang jernih.

    Pemirolast Kalium dindikasikan untuk Konjungtivitis alergi dan konjungtivitis vernal dengan bentuk sediaan tetes mata dengan kadar 0,1%.

    Lodoxamide diindikasikan untuk Keratokonjungtivitis alergi atau atopik, keratokonjungtivitis vernal, konjungtivitis (radang selaput ikat mata) papiler besar, keratitis vernal dengan bentuk sediaan tetes mata dengan kadar 0,1%.

    Natrium Cromoglycate diindikasikan untuk konjungtivitas alergi akut dan kronik, hay fever dan keratokonjungtivis dengan bentuk sediaan tetes mata dengan kadar 2 %.

  3. Obat mata merah atau teriritasi

    Tetrahidrozolin 0,05 % atau kombinasinya dengan Benzalkonium Klorida 0,01 %, Asam Borat 1,5 % dengan bentuk sediaan tetes mata diindikasikan untuk menghilangkan iritasi dan kemerahan pada mata.

    Jika anda menggunakan kontak lensa, buka sebelum menggunakan obat mata yang mengandung Tetrahidrozolin. Tanyakan ke dokter mata anda apakah kontak lensa boleh dipakai kembali setelah pemakaian obat. Obat mata Tetrahidrozolin biasanya mengandung pengawet (benzalkonium klorida) yang dapat menyebabkan penghilangan warna pada kontak lensa.

    Oksimetazolin HCl dindikasikan untuk mengurangi mata merah karena iritasi mata ringan dengan bentuk sediaan tetes mata dengan kadar 0,025 %.

    Tetrahidrozolin dan oksimetazolin merupakan turunan/derivat dari imidazolin yang berefek atau bekerja dengan cara membuat vasokontriksi/pengkerutan pada saluran darah di mata.

    Kombinasi Hidroksipropil Metilselulosa, Dekstran, tanpa atau dengan tambahan Gliserin 2 mg, Benzalkonium Klorida 0,01 % dengan bentuk sediaan tetes mata dindikasikan untuk menghilangkan iritasi dan kekeringan pada mata.

    Kombinasi Nafazolin HCl 0,025 %, Feniramin maleat 0,3 % diindikasikan untuk menghilangkan iritasi dan atau kongesti mata atau untuk pengobatan kondisi alergi atau peradangan pada mata dengan bentuk sediaan tetes mata.

    Sediaan kombinasi ini mempunyai fungsi ganda yaitu , Naphazoline sebagai dekongestan dan pheniramine sebagai antihistamin/antialergi.

    Naphazoline adalah senyawa simpatomimetik yang ditandai dengan aktivitas alfa adrenergiknya. Naphazoline adalah vasokontriktor dengan kerja cepat dalam mengurangi pembengkakan pada pemakaian membran mukosa.

    Naphazoline bekerja pada reseptor di arteri konjungtiva menjadi konstriksi atau pengkerutan, sehingga menghasilkan penurunan penyumbatan/kongesti.

  4. Air mata buatan atau lubrikasi

    Ion Natrium & Kalium dengan Benzalkonium Cl diindikasikan sebagai emolien/pelembut & pengganti air mata untuk pemakai lensa kontak, lubrikan/pelicin untuk air mata buatan dan pengganti air mata pada kekurangan air mata dengan bentuk sediaan tetes mata 0,01 %.

  5. Untuk penggunaan lainnya

    Na fluorescein dindikasikan untuk mendeteksi benda asing pada jaringan mata yang transparan dengan bentuk sediaan tetes mata 2 %.

    Natrium Etilendiamin Tetra Asetat dindikasikan untuk menghilangkan endapan Kalsium pada kornea yang terjadi pada penyakit seperti pita keratopati dengan bentuk sediaan larutan untuk mata 7,5 mg/ml.

    Tetrakain diindikasikan sebagai anestesi lokal untuk diagnosis atau terapi pembedahan dengan bentuk sediaan tetes mata dengan kadar 0,5 % dan 2 % , sedangkan dalam bentuk salep mata kadarnya 2%.

    Verteporfin diindikasikan untuk pengobatan degenerasi makular yang berhubungan dengan penuaan pada pasien dengan predominan klasik subfoveal neovaskularisasi koroidal.

Untuk pemilihan obat mata lain yang tepat sesuai kebutuhan dan keluhan anda ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Demikian sekilas info tentang kesehatan mata semoga dapat bermanfaat ===Asiatronik===


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar