Jumat, 12 November 2010

Hydrocarbon refrigerant


Hydrocarbon refrigerant : bahan pendingin alternative yang berasal dari perpaduan beberapa jenis gas alam seperti matane dan propane .

Bagi praktisi sistem pendingin di Indonesia khususnya tentu telah mengenal baik bahan pendingin/refrigerant seperti:

1. CFC (ChloroFluoroCarbons) R-12.
2. HCFC (HydroChloroFluorCarbons) R-22.
3. HFC (HydroFluorCarbons) R-134a.

* Ketiga bahan pendingin terpopuler ini merupakan bahan pendingin sintetis, refrigerant R-12 dan R-22 mengandung zat perusak ozon dan menimbulkan pemanasan global.
Penggunaan R-134a untuk mengkonversi R-12 sangat dianjurkan sebagai refrigerant kulkas dan AC mobil.

* Dihentikannya produksi Freon® R-12 dan digantikan dengan Suva® 134a (produk DuPont™) bukan berarti masalah telah selesai karena R-134a ini masih menimbulkan pemanasan global.

* Menyinggung soal Ramah Lingkungan sebenarnya telah ada bahkan telah lama dipasarkan dan digunakan bahan pendingin alternative yang berasal dari perpaduan beberapa jenis gas alam seperti matane dan propane yang disebut bahan pendingin (refrigerant) Hydrocarbon, beberapa diantaranya yaitu :


1. HC 12 untuk menggantikan Refrigerant kulkas dan AC mobil yang sebelumnya menggunakan R-12 (Dichlorodifluoromethane) dan R-134a (Tetrafluoroethane).
2. HC 22 untuk AC rumah atau bangunan yang sebelumnya menggunakan R-22 (Chlorodifluoromethane).
3. HC 502 untuk keperluan industri dan chiller yang sebelumnya menggunakan R-502 (Chlorodifluoromethane/Chloropentafluoroethane) dll,

* Hydrocarbon refrigerant ini telah banyak beredar baik produk luar maupun dalam negeri (Indonesia), bahan ini sangat mudah terbakar sehingga diperlukan penanganan ekstra ketika menggunakannya,bahan pendingin berbasis hydrocarbon tidak memerlukan perubahan pada system lama karena bisa langsung diisikan dan tak perlu mengganti oli yang telah ada tetapi sangat dianjurkan untuk meningkatkan system keamanannya agar mampu mengantisipasi keadaan jika terjadi kebocoran.

* Demikian sekilas info mengenai cara menjaga bumi supaya tidak terjadi pemanasan global yang berlebihan , salah satunya dengan cara menjauhi pemakaian gas - gas perusak ozon , semoga bermanfaat===Asiatronik===

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar