Sabtu, 12 Juni 2010

Resiko Jajan di kaki lima

by:Asiatronik jajanan
* Pada penelitian yang dilakukan di Bogor telah ditemukan Salmonella paratyphi type A di 25% - 50% sampel minuman yang dijual di kaki lima. Penelitian lain yang dilakukan suatu lembaga studi di daerah Jakarta Timur mengungkapkan bahwa jenis jajanan yang sering dikonsumsi oleh anak-anak sekolah adalah lontong, otakotak, tahu goreng, mie bakso dengan saus, ketan uli, es sirop, dan cilok.

* Berdasarkan uji lab, pada otak-otak dan bakso ditemukan borax, tahu goreng dan mie kuning basah ditemukan formalin, dan es sirop merah positif mengandung rhodamin B.
Selain cemaran mikrobiologis, cemaran kimiawi yang umum ditemukan pada makanan jajanan kaki lima adalah penggunaan

Bahan tambahan pangan (BTP) ilegal seperti :


Borax (pengempal yang mengandung logam berat Boron)
Formalin (pengawet yang digunakan untuk mayat)
Rhodamin B (pewarna merah pada tekstil)
Methanil yellow (pewarna kuning pada tekstil).

* Bahan-bahan ini dapat terakumulasi pada tubuh manusia dan bersifat karsinogenik yang dalam jangka panjang menyebabkan penyakit-penyakit seperti antara lain: kanker dan tumor pada organ tubuh manusia.

* Belakangan juga terungkap bahwa reaksi samping makanan tertentu ternyata dapat mempengaruhi fungsi otak termasuk gangguan perilaku pada anak sekolah. Gangguan perilaku tersebut meliputi: gangguan tidur, gangguan konsentrasi,gangguan emosi, hiperaktif dan memperberat gejala pada penderita autism.

* Pengaruh jangka pendek penggunaan BTP ini menimbulkan gelaja-gejala yang sangat umum seperti: pusing,mual, muntah, diare atau bahkan kesulitan buang air besar.

* Kebanyakan makanan yang dijajakan oleh PKL umumnya tidak dipersiapkan dengan secara baik dan bersih. Kebanyakan PKLmempunyai pengetahuan yang rendah tentang penanganan pangan yang aman, mereka juga kurang mempunyai akses terhadap air bersih serta fasilitas cuci dan buang sampah.

* Terjadinya penyakit bawaan makanan pada jajanan kaki lima dapat berupa kontaminasi baik dari bahan baku, penjamah makanan yang tidak sehat, atau peralatan yang kurang bersih,juga waktu dan temperatur penyimpanan yang tidak tepat.
by:Asiatronik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar