Kamis, 21 Januari 2010

Tes Skrining Kesehatan untuk Pria


9 Tes Skrining Kesehatan yang Dibutuhkan Pria
Posted by Asiatronik in Info Kesehatan |

* Setiap orang harus peduli pada kondisi kesehatannya. Termasuk pria juga harus memerhatikan masalah kesehatannya. Melakukan tes skrining kesehatan pada waktu yang tepat merupakan hal wajib bagi pria.

* Dengan tes skrining, berbagai penyakit akan terdeteksi lebih dini, bahkan sebelum menampakkan gejala sekalipun. Beberapa kasus misalnya kanker usus besar pada stadium awal dapat terdeteksi, berbagai komplikasi diabetes seperti gangguan penglihatan dan impotensi juga dapat terdeteksi lebih awal.

Bila suatu penyakit dapat terdeteksi lebih dini, maka kemungkinannya untuk sembuh tentu akan lebih besar.

Beberapa tes skrining kesehatan yang dibutuhkan pria mencakup antara lain:

1. Kanker prostat
Kanker prostat adalah kanker yang berbahaya bagi pria. Kanker ini ada yang perkembangannya lambat dan ada pula yang cepat sehingga sering luput dan tidak memperlihatkan gejala. Tes skrining mampu mendeteksi kanker ini sebelum gejala-gejalanya semakin berkembang, sehingga pengobatan/treatmennya menjadi lebih efektif. Pria dengan resiko tinggi terhadap kanker prostat adalah pria usia 40 tahunan.

2. Kanker testis
Kanker ini biasa berkembang di testis pria, kelenjar reproduksi yang menghasilkan sperma.Kebanyakan kasus terjadi antara usia 20 dan 54 tahun. Pria yang beresiko tinggi terhadap kaker testis adalah pria yang memiliki riwayat keluarga dengan penyakit kanker testis atau pria yang testisnya tidak turun.

Untuk pria-pria yang beresiko tinggi ini. dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan rutin yang dilakukan oleh si pria itu sendiri, yaitu dengan memeriksa apakah adanya gumpalan atau perubahan ukuran dan bentuk testis.

3. Kanker Usus besar
Kanker usus besar merupakan kanker yang berbahaya, bisa berujung pada kematian. Pria memiliki resiko kanker usus besar yang lebih tinggi dibandingkan wanita. Sebagian besar kanker usus besar/kolon perlahan-lahan berkembang dari polip usus besar, yang tumbuh pada permukaan bagian dalam usus besar. Setelah kanker berkembang dapat menyerang atau menyebar ke bagian tubuh lainnya.

Cara untuk mencegah kanker usus besar adalah menemukan dan membuang polip usus besar sebelum berubah menjadi kanker. Di sinilah peran tes skrining menjadi amat penting, karena mampu mencegah perkembangannya sedini mungkin. Skrining tes kanker usus besar disarankan pada pria yang berusia 50 tahunan.

4. Kanker Kulit
Kanker kulit dimulai dalam sel khusus yang disebut melanosit yang menghasilkan warna kulit. Laki-laki memiliki resiko dua kali lebih besar dibandingkan perempuan. Resiko ini akan meningkat akibat paparan sinar matahari.

Pria disarankan untuk melakukan cek/pemeriksaan sendiri secara teratur untuk melihat apakah ada perubahan bintik-bintik pada kulit meliputi bentuk, warna dan ukurannya. Pengobatan untuk kanker kulit lebih efektif bila ditemukan lebih awal.
5. Tekanan Darah Tinggi (Hipertensi)
Risiko hipertensi (tekanan darah tinggi) meningkat seiring bertambahnya usia, berat badan dan gaya hidup. Tekanan darah tinggi dapat menyebabkan komplikasi yang cukup parah tanpa ada gejala sebelumnya. Tekanan darah tinggi juga dapat memicu timbulnya berbagai penyakit seperti penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal. Pria perlu mengetahui tekanan darahnya, apabila cukup tinggi, konsultasikanlah ke dokter bagaimana cara mengatasiya.

Ketika Anda melakukan tes tekanan darah, maka akan didapat dua angka misalnya 120/80, 120 merupakan nilai sistole (tekanan dalam arteri saat jantung berdetak/kuncup) dan 80 merupakan nilai diastole (tekanan ketika jantung sudah mengendur kembali yaitu jeda diantara dua detakan jantung).

Tekanan darah normal adalah kurang dari 120/80. Tekanan darah cukup tinggi adalah 140/90 atau lebih. Dan tekanan darah di antara kedua nilai tersebut disebut prehipertensi. Seberapa sering tekanan darah harus diperiksa tergantung pada seberapa tinggi nilainya dan apa faktor-faktor risiko lainnya yang dimiliki.

6. Kolesterol
Tingginya nilai kolesterol LDL (kolesterol jahat) di dalam darah menyebabkan timbulnya plak dan penyumbatan dalam dinding pembuluh darah. Nilai LDL yang tinggi amat berbahaya dan bisa meningkatkan resiko timbulnya berbagai macam penyakit, terutama penyakit jantung. Aterosklerosis (penyempitan pembuluh darah) dapat timbul dan berkembang dalam tubuh tanpa memperlihatkan gejala selama bertahun-tahun. Tentu hal ini amat berbahaya karena bisa berakibat timbulnya serangan jantung mendadak. Mengubah gaya hidup dan beberapa obat dapat menurunkan kadar kolesterol jahat ini.

Apabila Anda melakukan tes skrining penyakit ini, maka resiko timbulnya penyakit ini akan jauh berkurang. Bila hasil pemeriksaan kolesterol cukup tinggi, dokter akan merekomendasikan beberapa hal yang perlu dilakukan untuk menurunkan nilai LDL dan meningkatkan nilai HDL (kolesterol baik).

Pria usia 20 tahun ke atas harus melakukan tes skrining kadar kolesterol setidaknya setiap lima tahun. Dan pria usia 35 tahunan perlu melakukan tes skrining pemeriksaan lebih rutin lagi.

7. Diabetes tipe 2
Beberapa penelitian menunjukkan hampir sebagian besar orang yang mengidap penyakit diabetes tidak menyadari hal tersebut sebelumnya. Diabetes yang tidak terkontrol dapat menyebabkan penyakit jantung dan stroke, penyakit ginjal, kebutaan akibat kerusakan pembuluh darah retina, kerusakan saraf, dan impotensi. Wah, berbahaya juga ya?

Namun hal ini bisa dicegah bila Anda melakuan tes skrining awal. Bila ditemukan lebih dini, diabetes dapat dikontrol dan komplikasinya dapat dihindari dengan diet, olahraga, penurunan berat badan, dan obat

Pria dewasa yang sehat dapat melakukan skrining diabetes tiap 3 tahun, dimulai dari usia 45 tahunan. Jika Anda memiliki risiko yang lebih tinggi, misalnya nilai kolesterol dan tekanan darah juga tinggi, Anda dapat mulai melakukan tes tersebut lebih sering lagi.
8. Human Immunodeficiency Virus (HIV)
HIV adalah virus penyebab AIDS. Ada dalam darah dan cairan tubuh lain dari orang yang terinfeksi, Penyakit AIDS sering tidak memperlihatkan gejala sebelumnya selama bertahun-tahun sejak pertama terinfeksi. AIDS menyebar dari satu orang ke orang lain ketika sekresi (cairan tubuh) melakukan kontak dengan vagina, daerah dubur, mulut, mata, atau luka di kulit.

Penyakit ini merupakan penyakit mematikan yang masih belum ada obat dan vaksinnya. Pengobatan modern dapat menjaga HIV berkembang menjadi AIDS, tapi obat ini memiliki efek samping yang cukup serius.

Karena orang yang terinfeksi HIV tidak memperlihatkan gejalanya selama bertahun-tahun, satu-satunya cara untuk mendeteksinya adalah dengan serangkaian tes darah. Tes pertama disebut ELISA atau EIA. Tes ini mencari apakah ada antibody HIV dalam darah.

Mencegah penyebaran HIV diantaranya tidak melakukan seks bebas, melakukan hubungan seks yang sehat dan aman misalnya menggunakan kondom dan tidak berganti-ganti pasangan, serta menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian.

9. Glukoma
Penyakit mata ini akan merusak saraf optik dan dapat menyebabkan kebutaan. Hilangnya penglihatan timbul bahkan sebelum orang tersebut menyadari gejala-gejalanya. Tes skrining glukoma mencari tekanan tinggi abnormal di dalam mata, untuk mencegahnya sebelum terjadi kerusakan pada saraf optik

* Tes skrining glukoma berdasarkan umur dan faktor resiko lainnya dilakukan setiap 2-4 tahun untuk umur kurang dari 40 tahun, untuk usia 40-45 tahun dilakukan skrining tiap 1-3 tahun, usia 55-64 tahun skrining tiap 1-2 tahun, dan untuk usia 65 tahun ke atas setiap 6-12 bulan.

* Pria yang memiliki riwayat keluarga glukoma, cedera mata sebelumnya, atau penggunaan obat steroid merupakan pria yang termasuk dalam kategori resiko tinggi dan harus melakukan tes skrining lebih sering lagi.

* Tentunya hal ini bertujuan untuk mengingatkan Anda kaum pria agar melakukan tes skrining kondisi kesehatan Anda, sehingga gangguan dan komplikasi penyakit bisa diatasi sedini mungkin. Bukankah mencegah tentu lebih baik daripada mengobati kan?
Posted by Asiatronik in Info Kesehatan |

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar