Kamis, 28 Januari 2010

Syaraf terjepit

Tentang Syaraf Kejepit

Syaraf KejepitSyarat Kejepit secara medis disebut sebagai sciatica, semacam encok adalah sejenis penyakit yang bermula disendi tulang pinggul, lalu turun ke belakang paha bahkan bias sampai ke tumit. Jika penyakit ini lama dibiarkan maka penyakit ini akan semakin turun sehingga tubuh si sakit menjadi kurus, demikian juga pahanya.
PENYEBAB
Dari pengalaman pasien yang datang mengeluh sakit pingang, sampai menjalar kaki (sciatica) secara umum disebabkan;

Postur Tubuh yang Rawan Terkena Syaraf Kejepit
Postur Tubuh yang Rawan Terkena Syaraf Kejepit

  1. Terlalu lama duduk dikursi atau duduk dengan posisi tetap selama berjam-jam – contoh; gamer, interneter
  2. Banyak berdiri atau jalan, memakai sepatu hak tinggi
  3. Menggangkat barang dengan posisi bungkuk.
  4. Naik sepeda balap jarak jauh.
  5. Salah olah raga, salah gerak.
  6. Naik turun tangga.
  7. Jatuh dengan posisi duduk atau benturan pada tulang lumbal/pingang kebawah
  8. Terlalu sering hubungan seks dll

Penyebab lain dari syaraf kejepit adalah :

  1. Herniated intervertebral disk.
  2. Hypertrophied ligament flavum
  3. Spondylolisthesis.
  4. Arthritis yang menimpa vertebral foramen.
  5. Kehamilan.
  6. Inveksi local atau fokal sekitar nervus ischiadicus dengan bengkak jaringangan tubuh.
  7. Injeksi dari I.M. yang salah lokasi penyuntikanya.
  8. Intoksikasi timah hitam, alkoholisme, syphilis, dan DM.
  9. Arthitis of the hip and lumbo sacral joint

KOMPLIKASI

Sakit ini akan berdampak pada penyakit lain seperti

  1. Sakit kram/spasme pada betis.
  2. Tumit sakit sehingga susah untuk jalan.
  3. Kaki mengecil.
  4. Susah buang air besar.
  5. Susah buang air kecil.
  6. Mani encer, impoten
  7. Wasir.
  8. Mempengaruhi kerja organ kandung kemih dan ginjal

PENGOBATAN
Pengobatan Konvensional
Pengobatan yang dilakukan dengan tujuan

  1. Menghilangkan rasa sakit dengan obat analgesik.
  2. Menghilangkan radang dengan kompres dingin atau panas serta obat anti inflamasi.
  3. Memperlancar peredaran darah dengan obat stimulan sirkulasi.
  4. Antibiotik jika ada inveksi

Terapi Bekam, Hilangkan Gangguan Saraf

Pengobatan alternatif dengan metode bekam, bukanlah hal baru di kalangan masyarakat Indonesia. Pengobatan itu bahkan telah dipraktikkan ribuan tahun lalu dari di Timur Tengah hingga ke daratan Cina.

Bahkan Rasululloh Muhammad SAW– menurut riwayat para sahabatnya– kerap melakukan pengobatan de-ngan bekam untuk mengatasi penyakit yang dideritanya.

Begitu hebatnya terapi pengobatan dengan bekam, tak salah bila rubrik Alternatif kali ini menampilkan Zai-nuddin, praktisi terapi bekam dari Herba Center Sambas, yang membuka praktik di Jl Taman Rawa Pening V/6, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat.

Zainuddin menuturkan, bekam dalam bahasa Arab disebut Hijamah. Usaha yang dilakukan dalam pengobatan bekam adalah mengeluarkan darah kotor atau angin dengan menggunakan alat yang disebut kop (menyerupai gelas kecil) yang ditempelkan pada beberapa titik tubuh.

Penampang Tulang & Syaraf yang terkena - Syaraf Kejepit
Penampang Tulang & Syaraf yang terkena – Syaraf Kejepit

“Tujuan pengobatan bekam adalah mengeluarkan darah kotor. Darah kotorlah sumber berbagai penyakit,” kata Zainuddin.

Titik utama yang harus dibekam hanyalah tiga. Satu titik berada di tengah ubun-ubun, dua titik di bawah bagian telinga kiri dan kanan. Namun, bisa juga ditambahkan beberapa titik lagi, misalnya titik yang berada di daerah punggung, pinggang, dan kaki, tangan dan tulang ekor. “Umumnya metode ini untuk meringankan gangguan pada organ dan saraf, terutama karena gangguan kelebihan darah, darah kotor atau ke-dua-duanya. Ada beberapa titik bekam yang disukai Rasullulah SAW, yakni di atas dua urat leher, tujuannya untuk mencegah sakit kepala, sakit di wajah, sakit gigi, sakit telinga, sakit hidung dan sakit kerongkongan,” ujarnya.

Bekam pada tengkuk atau kuduk, kata Zainuddin, dapat mencegah tekanan darah pada tengkuk, mengatasi rabun, benjolan di mata, rasa berat pada alis dan kelopak mata serta mengobati lepra.

“Diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim bahwa Rasulullah SAW pernah menjalani hijamah (bekam) atas dua bagian di tubuh, yaitu bagian atas tulang belakang dan atas dua urat leher,” ujarnya.

Bekam pada pelipis untuk mengobati sakit kepala, sakit di wajah, sakit telinga, sakit hidung dan sakit kerongkongan. Bekam pada pundak untuk mengobati penyakit di pundak dan di leher. Bekam di atas pinggul untuk menghilangkan pegal-pegal atau kelelahan.

Berikut penuturan Abdullah (35), karyawan swasta di bilangan Jalan Sudirman, Jakarta yang bisa kembali tidur nyenyak setelah dibekam oleh Zainuddin. Padahal%”>”Teman sekantor kemudian menganjurkan untuk ikut terapi Bekam ini. Alhamdullillah penyakit gelisah saya hilang, ha2C sebelumnya ia mengaku sangat sulit tidur, akibat keresahan yang selalu melanda dirinya. Berbagai terapi dan penggunaan obat penenang telah dicoba Abdullah, namun tidak pernah memberi hasil.

Zainuddin menuturkan, teknik bekam terdiri dari dua macam, yaitu bekam kering dan basah. Bekam kering atau bekam angin (Hijamah Jaaffah) dilakukan dengan mengisap permukaan kulit dan memijat daerah sekitarnya tanpa mengeluarkan darah kotor. Pengobatan itu sangat bermanfaat untuk melegakan sakit secara darurat atau digunakan untuk meringankan nyeri urat punggung karena sakit rematik.

“Bekam kering baik bagi orang yang tidak tahan sayatan silet atau suntikan jarum dan takut melihat darah. Kulit yang dibekam akan tampak merah kehitam-hitaman selama 3 hari,” katanya.

Sedangkan bekam basah (Hijamah Rothbah) dilakukan permukaan kulit, kemudian secara sengaja kulit dilukai dengan jarum tajam atau silet. Daerah di sekitar luka silet diisap dengan alat cupping set dan hand pump agar darah kator keluar dari dalam tubuh. Lamanya setiap isapan 3 sampai 5 menit dan maksimal 9 menit.

“Setelah itu, darah kotor dibuang. Pengisapan tudak lebih dari 7 kali. Darah kotor berupa darah merah pekat dan berbuih. Selama 3 jam selanjutnya, kulit yang lebam itu tidak boleh disiram air,” ujarnya. Alat bekam yang digunakan, tentu berbebeda dengan zaman duku. Ketika Rasulullah SAW melakukan bekam, beliau menggunakan kaca yang berupa cawan atau mangkuk. Pada zaman Cina kuno, bekam disebut sebagai pengobatan tanduk karena alat itu dipakai untuk menggantikan kaca, Pada abad 18, masyarakat Eropa menggunakan lintah.

Kini, peralatan yang digunakan adalah pengisap (Hand pump), mangkuk (cupping set), pena karum (lancet device). silet antiseptik (bahan sterilisasi seeperti alkohol) dan sarung tangan kesehatan (rubber gloves).

Dalam mengobati pasien, Zainuddin selalu membukanya dengan doa kepada Allah SWT. Doa tersebut sebagai permohonan agar pasien bisa disembuhkan sesuai harapan. “Kalau bisa, pasien puasa dulu selama delapan jam sebelum dibekam,” katanya.

Usai memanjatkan doa, ia mengoles tubuh pasien dengan alkohol. Tujuannya mematikan bakteri berbahaya yang mungkin menginfeksi kulit. Selanjutnya mangkuk bekam (vacumm cupped) ditempelkan ke bagian tubuh. Agar bisa menempel pada tubuh, mangkuk bekam itu dipompa untuk menyedot udara di dalamnya dengan alat penyedot (vacuum gun).

“Penarikan dengan vacuum gun harus secara perlahan dan bertahan. Jangan sampai pasien merasakan sakit yang berlebihan,” ucapnya.

Mangkuk bekam yang ditempelkan ke tubuh pasien biasanya sesuai dengan keluhan penaykitnya. Jumlahnya bisa tiga hingga belasan mangkuk. Setelah dibiarkan selama 10-15 menit, mangkuk yang telah meninggalkan bekas lingkaran merah di kulit kemudian dilepas.

Silet disayatkan ke kulit di bagian bekas mangkuk sebanyak 10 titik. Setelah itu titik-titik tersebut tampak mengeluarkan darah merah. Mangkuk kembali ditempelkan di atas lingkaran bekas bekam yang telah disayat, sambil vacuum gun kembali digerakkan. Darah mulai mengucur lagi lagi dari bagian yang disayat.

Setelah sekitar 10 menit, darah kenyal berwarna hitam menyerupai jeli itu menempel di sisi mangkuk. Setelah selesai, sisi lokasi bekas dibekam kembali dibersihkan dengan alkohol. Mangkuk yang digunakan untuk membekam sangat tergantung pada bagian tubuh yang akan diobati.

Sepintas, jumlah titik yang disayat dimaksudkan memadukan teknik bekam dengan akupuntur. Dari beberapa teknik bekam yang dipraktikkan orang, sebetulnya darah tidak perlu dikeluarkan dengan sayatan. Kini ada alat modern yang disebut blood lancet. Jarum dapat ditusukkan ke bagian permukaan kulti pasien.

Ia mengingatkan, pengobatan dengan bekam tidak cocok untuk orang tua yang renta dan sakit. Bekam juga tidak dianjurkan bagi penderita tekanan darah sangat rendah, sakit kudis, wanita yang sedang hamil, haid, orang yang sedang minum obat pengencer darah, penderita leukemia, trombosit, alargi kulit serius, orang yang sangat letih, kelaparan, kenyang, kehausan dan gugup.

Bagian tubuh yang tidak boleh dibekam adalah mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur. Selain itu, bekam tidak boleh di area tubuh yang banyak terdapat simpul limpa, dekat pembuluh besar, ada varises, tumor, retak tulang dan jaringan luka.

Terkait artikel :

Syaraf Kejepit

Banyak orang sering mengeluh sakit punggung. Kali ini salah satu bentuk dari sakit punggung yang paling umum akan coba dibahas di sini dan bagaimana cara melawannya lewat berbagai pose (asana) yoga sederhana.

Metode terapi yoga yang dipergunakan di sini dirintis oleh BKS Iyengar, seorang tokoh yoga terkemuka di dunia. sebuah metode yang telah diadaptasi dengan begitu luas oleh berbagai kalangan, termasuk dunia medis sekalipun. Karena penelitiannya yang begitu scientific, mendalam serta mampu memberikan berbagai jawaban terhadap banyak kondisi yang belum terjawab secara medis konvensional.

APA ITU SCIATICA?

Tulang punggung manusia itu sebenarnya tidak lurus secara harfiah. Ada sedikit lekukan tertentu di beberapa bagiannya. Sayangnya secara tidak tersadari sering sekali postur harian tubuh manusia bergerak ke arah yang berlawanan dengan lekukan alamiahnya. Pergerakan tersebut umumnya adalah membungkukkan tubuh ke arah depan. Sepintas terlihat santai dan nyaman. Namun berdasarkan bagan berikut bisa terlihat betapa buruknya efek membungkuk bagi postur manusia keseluruhan.

Gambar Syaraf Kejepit
Gambar Syaraf Kejepit

Postur seperti ini akan membuat tekanan konstan pada bagian-bagian tertentu di sepanjang areal tulang punggung. Sakit pada bagian tengkuk, pinggang dan postur membungkuk adalah salah satu akibat nyata dari kebiasaan ini. Selain hal itu, pembungkukkan seperti ini memberikan tekanan yang berlebihan organ-organ yang dalam tubuh seperti paru-paru, jantung serta sebagian organ pencernaan.

Namun karena fokus pembahasan kali ini pada rasa sakit di bagian punggung khususnya untuk areal saraf sciatica (siatika), kita hanya akan menekankan pada akibat yang timbul dari postur ini ke pada bagian bawah tulang punggung (lumbar) manusia. Karena pose membungkuk tadi tidak sesuai dengan bentuk alamiah keseluruhan tulang punggung.

Selain mempercepat proses pembungkukan areal kypho (hyperkhiposis) -seperti yang banyak dialami oleh orang lanjut usia- juga apabila digabung dengan gaya hidup yang buruk (pola makan, jenis makanan, stres, istirahat serta jarang berolahraga) ditenggarai pose bungkuk akan membuat tulang mudah terserang pengeroposan (osteoporosis).

Tulang punggung sebenarnya adalah sederetan ruas dengan dilengkapi bantalan seperti gel yang menjembatani di antaranya. Penampang gel tersebut berisikan inti bernama nucleus dan pembatas pinggirannya yang bernama annulus. Postur bungkuk yang buruk tadi akan merusak keharmonisan antara kondisi ruas-ruas tulang. Di mana sisi depan mengalami penekanan lebih banyak sehingga mempercepat terjadinya proses perusakan bagian cakram (gel) pelindung antar ruas. Di mana isinya dari arah yang tertekan pada satu sisi itu akan bergerak menggeser kebelakang kemudian merobek bagian annulus, lalu menekan sisi saraf yang berada di belakang ruas tulang punggung.

Kondisi ini yang biasa disebut orang awam dengan istilah ‘Saraf Terjepit’ atau Pinch Nerve, di mana saraf terjepit oleh tekanan inti gel yang keluar. Tekanan saat membungkuk biasanya akan terjadi pada area ruas tulang punggung bawah (lumbar) ke lima dan ke empat (L5-L4) dan menekan saraf sciatica(siatika) yang merupakan saraf terbesar serta terpanjang dari seluruh struktur tubuh manusia. Panjang saraf siatika menyusuri punggung bawah hingga bagian belakang paha, betis sampai ke telapak dan ibu jari kaki. Karena itu nama yang popular dari kondisi ini adalah sciatica.

Gejala yang umum dialami adalah rasa sakit (ringan hingga hebat) di bagian punggung bawah merambat ke paha belakang hingga ke jari-jari kaki. Kadang hanya berupa rasa menggelitik, kesemutan atau mati rasa. Namun pada tingkat tertinggi mampu menimbulkan ketidak leluasaan hingga ketidak mampuan untuk menggerakkan bagian kaki.

POSE YOGA

Secara sederhana yoga dengan sistem Iyengar memberikan jalan keluar bagi saraf terjepit tersebut. Apabila inti gel tadi merembes keluar dan menekan saraf akibat gerakan membungkuk ke depan, maka yoga memberikan jalan keluar dengan cara membalikkan gerakan tadi ke arah belakang. Logis apabila kondisi tersebut akan meringankan tekanan gel pada saraf dan lewat intensitas tertentu terbukti mampu membuat gel tersebut masuk kembali ke posisi semula dan membebaskan saraf sama sekali.

Berikut Pose Yoga Dimaksud :

Yoga Trikonasana - 1. Trikonasana Ini pose apabila Sciatica masih merupakan gejala ringan. Penyelarasan (alignment) tulang punggung, susunan saraf, fleksibilitas pinggul dan banyak lagi manfaat positif terjadi di sini. Rajin melatih pose ini dapat menjamin kesehatan postur tubuh Anda. Lakukan selama 15 detik untuk setiap sisi. Ulangi sebanyak 3-4 kali juga setiap sisi.
Yoga Trikonasana – 1. Trikonasana Ini pose apabila Sciatica masih merupakan gejala ringan. Penyelarasan (alignment) tulang punggung, susunan saraf, fleksibilitas pinggul dan banyak lagi manfaat positif terjadi di sini. Rajin melatih pose ini dapat menjamin kesehatan postur tubuh Anda. Lakukan selama 15 detik untuk setiap sisi. Ulangi sebanyak 3-4 kali juga setiap sisi.

Yoga Ustrasana - 2. Ustrasana dengan kursi dan guling Pose ini adalah kelanjutan dari pose pertama. Selain lebih jauh membebaskan saraf, pose ini juga melatih kelenturan tulang punggung, pinggang serta kekuatan paha untuk menopang tubuh lebih kuat untuk berdiri lebih tegak. Lakukan selama 30-45 detik
Yoga Ustrasana – 2. Ustrasana dengan kursi dan guling Pose ini adalah kelanjutan dari pose pertama. Selain lebih jauh membebaskan saraf, pose ini juga melatih kelenturan tulang punggung, pinggang serta kekuatan paha untuk menopang tubuh lebih kuat untuk berdiri lebih tegak. Lakukan selama 30-45 detik

Yoga Upavistha - 3. Upavista Konasana dengan tali Pose ini membuat pinggang menjadi lebih fleksibel serta memberi sensasi lengkungan yang tepat bagi areal punggung bawah (lumbar) dengan cara menarik tali sambil menegakkan tubuh dengan mengembangkan dada serta menempelkan bahu pada tembok. Lakukan selama 60 detik.
Yoga Upavistha – 3. Upavista Konasana dengan tali Pose ini membuat pinggang menjadi lebih fleksibel serta memberi sensasi lengkungan yang tepat bagi areal punggung bawah (lumbar) dengan cara menarik tali sambil menegakkan tubuh dengan mengembangkan dada serta menempelkan bahu pada tembok. Lakukan selama 60 detik.

Yoga Bharadvajasana - 4. Bharadvajasana dengan kursi Pose ini akan melembutkan otot latisimus dorsi yang membantu menopang tubuh terutama bagi mereka dengan postur membungkuk. Sering sekali bagian bawah otot tersebut menjadi sangat tegang dan mudah menjadi lemah. Saat ia melemah, cedera punggung makin mudah terjadi. Ini pose yang sangat baik untuk meringankan bebannya. Lakukan selama 15-30 detik setiap sisi.
Yoga Bharadvajasana – 4. Bharadvajasana dengan kursi Pose ini akan melembutkan otot latisimus dorsi yang membantu menopang tubuh terutama bagi mereka dengan postur membungkuk. Sering sekali bagian bawah otot tersebut menjadi sangat tegang dan mudah menjadi lemah. Saat ia melemah, cedera punggung makin mudah terjadi. Ini pose yang sangat baik untuk meringankan bebannya. Lakukan selama 15-30 detik setiap sisi.

Yoga Setubhandha - 5. Setu Bandha Sarvangasana dengan guling Pose ini membuat tulang punggung kembali ke lengkungan awalnya. Sekaligus membuat saraf siatika terasa nyaman akibat tekanan yang dialami mereda. Guling langsung diaplikasikan kepada penderita siatika yang cukup parah. Setelah membaik bisa diganti dengan balok yoga, sehingga lengkungannya menjadi lebih maksimal. Lakukan selama 3-5 menit.
Yoga Setubhandha – 5. Setu Bandha Sarvangasana dengan guling Pose ini membuat tulang punggung kembali ke lengkungan awalnya. Sekaligus membuat saraf siatika terasa nyaman akibat tekanan yang dialami mereda. Guling langsung diaplikasikan kepada penderita siatika yang cukup parah. Setelah membaik bisa diganti dengan balok yoga, sehingga lengkungannya menjadi lebih maksimal. Lakukan selama 3-5 menit.

Tutup gerakan ini dengan Savasana (Dead Men’s Pose) fase relaksasi 10-15 menit. Harus! Tidak bisa tidak, karena fase ini memberi kesempatan tubuh merangkum seluruh manfaat dari ‘reparasi’ yang telah dilakukan.

TIDAK HARUS LEWAT OPERASI

Penanganan a la yoga Iyengar ini menjadi semacam alternatif bagi penderita saraf terjepit selain menenggak obat penahan sakit, fisioterapi, pijat chiropractic ataupun meja operasi.

Semua faktor tadi datang sebagai elemen eksternal atau luar tubuh, sehinggai kontrol terhadap postur menjadi kurang. Sehingga suatu saat siatika bisa menyerang kembali, walaupun lewat terapi telah dinyatakan sembuh. Dan tidak ada satupun dari metode tadi yang bisa dihargai dengan biaya murah. Terutama bagi operasi yang rumit, biayanya sangatlah mahal.

Melakukan terapi yoga seperti ini setidaknya mampu menghadirkan rasa awas dan kemampuan penguasaan terhadap tubuh setiap saat. Mencegah terjadinya cedera serupa di masa datang. Alat bantu yang diterapkan di sini juga mampu membantu areal tubuh yang sakit menjadi lebih relaks. Karena pada saat yang sama organ pernapasan juga mendapatkan support maka rasa relaks tadi akan mencapai level maksimal. Setidaknya ini adalah proses awal dari upaya penyembuhan.

Jangan Anggap Sepele Syaraf Terjepit

Saraf kejepit bisa disebabkan salah posisi ketika tidur atau mengangkat barang. Saraf kejepit kadang masih disepelekan, padahal jika tidak segera ditangani dapat menimbulkan kerusakan permanen.

Kebanyakan orang mengalami saraf terjepit di daerah pinggang, leher, pundak atau bagian lainnya yang menyebabkan rasa tidak nyaman dan sakit di sekitar daerah tersebut.

Jika sebuah saraf terjepit atau saraf dikompresi, maka dapat mengganggu aliran rangsangan ke saraf lainnya sehingga mempengaruhi perjalanan jaringan saraf.

sebuah saraf bisa terjepit jika ada terlalu banyak tekanan yang diterima saraf tersebut. Tekanan ini berasal dari jaringan disekitarnya seperti tulang, tulang rawan, otot atau tendon (urat). Tekanan tersebut mengganggu fungsi dari saraf sehingga menyebabkan sakit, kesemutan, mati rasa atau kelemahan.

Saraf yang terjepit dapat terjadi di bagian tubuh mana saja. Jika saraf terjepit terjadi pada lempengan tulang belakang bagian bawah, maka akan memberikan tekanan pada suatu akar saraf yang dapat menyebabkan rasa sakit di bagian belakang kaki (linu panggul).

Tapi jika saraf yang terjepit terjadi di pergelangan tangan, maka menimbulkan nyeri atau mati rasa di bagian tangan dan jari (carpal tunnel syndrome).

Selain rasa nyeri, sakit dan ketidaknyamanan, masih ada dampak buruk lain jika salah satu saraf terjepit, yaitu:

Terganggunya komplesitas dari jaringan saraf.


Saraf seseorang terdiri dari jaringan saraf yang berjumlah miliaran, dan tubuh seseorang bisa berfungsi dengan baik karena adanya jaringan saraf tersebut.

Tanpa jaringan ini, maka seseorang tidak bisa membedakan suhu panas dan dingin atau rasa senang dan rasa sakit. Setiap aktivitas dapat berjalan dengan baik jika fungsi dari saraf dan jaringannya tidak terganggu.

Jika ada salah satu jaringan yang rusak, maka bisa mempengaruhi seluruh jaringan saraf lain di tubuh. Misalnya jika ada saraf terjepit di tangan seperti carpal tunnel syndrome akan mengakibatkan mati rasa, nyeri dan kelemahan.

Jika kondisi ini diabaikan atau tidak segera diobati, maka jaringan saraf disekitarnya juga akan terganggu dan otot-otot di tangan serta pergelangan kemungkinan menyusut sehingga mengakibatkan kelemahan akut.

Kerusakan jaringan saraf
Saraf terjepit dapat menimbulkan sensasi kesemutan, rasa terbakar atau seperti ditusuk-tusuk pada daerah tersebut. Jika kondisi ini terabaikan dalam waktu yang lama dapat menyebabkan kerusakan jaringan saraf.

Kerusakan saraf ini bisa mengakibatkan hilangnya koordinasi fisik dan keseimbangan serta sensitivitas yang ekstrim pada semua jenis kontak fisik.

Penyebab

Penyebab saraf terjepit bisa bermacam-macam, tapi penyebab paling umum adalah cedera, postur tubuh yang buruk, osteoartritis, stres dari pekerjaan yang berulang, kegiatan olahraga dan juga obesitas.

Jika saraf yang terjepit terjadi dalam waktu singkat, biasanya tidak akan menimbulkan kerusakan permanen dan saraf bisa berfungsi secara normal. Tapi jika tekanan terus terjadi, dapat menimbulkan sakit kronis dan kerusakan saraf permanen.

Perawatan yang paling sering direkomendasikan adalah istirahat total atau menghentikan semua kegiatan yang dapat memperburuk tekanan di saraf. Namun hal ini tergantung dari lokasi saraf terjepit, pada lokasi tertentu kadang membutuhkan bantuan penyangga.

Obat-obat antiinflamasi non-steroid jadi pilihan, seperti ibuprofen dan naproxen. Sedangkan gabapentin dan pregabalin lebih spesifik digunakan pada gangguan syaraf, hanya bisa diperoleh dengan resep dokter.

Biasanya seseorang akan sembuh setelah beberapa hari. Tapi jika tidak ada perbaikan setelah beberapa minggu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan terapi fisik, obat-obatan untuk mengurangi nyeri atau operasi untuk menghilangkan tekanan di saraf.

Syaraf terjepit bisa dicegah seperti :

  1. Menjaga postur tubuh yang baik
  2. Olahraga untuk menjaga kelenturan dan kekuatan otot
  3. Menghindari aktivitas berulang (repetitif)
  4. Menjaga berat badan

Demikian ulasan tentang Syaraf Terjepit atau Syaraf Kejepit atau Sciatica, mudah-mudahan dapat bermanfaat Bagi Anda semua pengunjung dan pembaca indonesia

ns:wihan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar