Kamis, 11 Februari 2010

Kemoterapi

Posted by : Asiatronik Health

KEMOTERAPI DAN ANTIMIKROBA LAIN

Kemoterapi adalah tindakan/terapi pemberian senyawa kimia (obat) untuk mengurangi, menghilangkan atau menghambat pertumbuhan parasit atau mikroba di tubuh hospes (pasien).

Antimikroba adalah obat pembasmi mikroba, khususnya mikroba yang merugikan manusia.

Penggolongan antimikroba dan kemoterapi

Kemoterapi dan antimikroba lain dapat digolongkan sebagai berikut :

  1. Antimikroba untuk tuberkulosa / obat tb

  2. Antimikroba untuk virus/ anti virus

  3. Kemoterapi untuk kanker/ obat kanker

  4. Kemoterapi golongan antiamuba
    Berdasarkan tempat kerjanya, antiamuba yang dipasarkan di Indonesia adalah antiamuba yang bekerja pada lumen usus dan jaringan yaitu metronidazol dan turunannya.

  5. Kemoterapi golongan antelmintik / obat cacing
    Antelmintik atau obat cacing ialah obat yang digunakan untuk memberantas atau mengurangi cacing dalam lumen usus atau jaringan tubuh.
    Kebanyakan obat cacing efektif terhadap satu macam kelompok cacing, sehingga diperlukan diagnosis dengan menemukan cacing, telur cacing dan larva dalam tinja, urin, sputum, darah atau jaringan lain penderita.
    Kebanyak obat cacing diberikan secara oral, pada saat makan atau sesudah makan.

  6. Kemoterapi golongan antimalaria / obat malaria
    Secara klinis ada tiga macam penyakit malaria. Malaria tropika yang disebabkan oleh P.falciparum yang cenderung menjadi akut, tetapi bila cepat diobati, hasil pengobatannya memuaskan.
    Malaria tersiana yang disebabkan oleh P. vivax, yang cenderung menjadi kronis. Dan malaria kuartana yang disebabkan oleh P.malaria dan terdapat banyak di Afrika.

  7. Kemoterapi golongan antifungal / obat jamur
    Secara umum infeksi jamur dibedakan atas infeksi jamur sistemik/dalam tubuh dan infeksi jamur topikal/kulit. Akan tetapi dalam pengobatannya, ada obat jamur bisa digunakan baik sistemik maupun kulit.

  8. Kemoterapi golongan filarisida

Berdasarkan sifat toksisitas selektif, ada antimikroba yang bersifat menghambat pertumbuhan mikroba, dikenal sebagai aktivitas bakteriostatik, dan ada yang bersifat membunuh mikroba, dikenal sebagai aktivitas bakterisid.

Pemusnahan mikroba dengan antimikroba yang bersifat bakteriostatik masih tergantung dari kesanggupan reaksi daya tahan tubuh hospes/pasien. Peranan lamanya kontak antara mikroba dengan antimikroba dalam kadar efektif juga sangat menentukan untuk mendapatkan efeknya, khususnya pada tuberkulosa.

Kemoterapi tidak dibatasi dengan penggunaan satu obat. Biasanya kemoterapi berupa kombinasi dari obat yang bekerja bersama khususnya untuk membunuh sel kanker.

Mengkombinasikan obat yang memiliki mekanisme aksi yang berbeda saat di dalam sel dapat meningkatkan pengrusakan dari sel kanker dan mungkin dapat menurunkan resiko perkembangan kanker yang resisten terhadap salah satu jenis obat.

Dokter akan merekomendasikan obat kombinasi yang telah teruji pada manusia dengan kondisi yang sama dan telah memperlihatkan efek terhadap tipe kanker tertentu.

Untuk pemilihan antimikroba dan kemoterapi yang tepat sesuai kebutuhan dan keluhan anda ada baiknya anda harus periksakan diri dan konsultasi ke dokter.

Demikian sekilas info kesehatan mengenai kemoterapi semoga dapat menambah wawasan Anda Asiatronik

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar